Siang itu, rombongan odong-odong mulai bergerak perlahan dari Sumenep. Bukan sekadar perjalanan biasa, tapi perjalanan hati menuju Bangkalan, menuju makam ulama besar, Syaikhona Kholil.
Deru mesin odong-odong terdengar khas. Tidak kencang, tidak mewah, tapi penuh makna. Setiap kendaraan membawa lebih dari sekadar penumpang, ia membawa doa, harapan, dan semangat kebersamaan.
Perjalanan ini terasa istimewa, karena berangkat dari kisah sederhana.
Dari depan toko bangunan di Kecamatan Lenteng, tempat di mana para sopir odong-odong biasa berkumpul. Menunggu panggilan, mengantar pasir, semen, dan kebutuhan bangunan ke rumah-rumah warga. Tidak ada jadwal pasti, tidak ada kepastian penghasilan. Tapi di situlah mereka belajar arti sabar dan kebersamaan.
Bapak Khairi dan 8 orang anggotanya, mereka bukan sekadar sopir, Mereka adalah keluarga, Saling menjaga, saling membantu, dan saling menguatkan di tengah kerasnya mencari nafkah.
Kini, dari tempat sederhana itu, mereka berangkat bersama menempuh perjalanan panjang.
Jalan demi jalan dilalui. Panas, lelah, bahkan mungkin hambatan di perjalanan, tidak menyurutkan langkah. Justru di situlah kekuatan itu terasa, tawa di atas odong-odong, obrolan ringan, dan rasa kebersamaan yang tak tergantikan.
Menuju Bangkalan bukan hanya soal sampai di tujuan. Tapi tentang bagaimana perjalanan itu dijalani bersama.
Odong-odong yang sehari-hari berjibaku dengan beban material, kini mengangkut harapan dan doa. Roda yang biasa berputar demi rupiah, kini berputar menuju keberkahan.
Ziarah ini menjadi pengingat: Bahwa dari perjuangan kecil setiap hari, lahir kekuatan besar.
Bahwa dari kebersamaan sederhana, tumbuh ikatan yang luar biasa.
Untuk seluruh anggota perkumpulan odong-odong Lenteng, perjalanan ini bukan akhir, melainkan awal dari semangat baru.
Pulang nanti, mungkin kita kembali ke tempat yang sama, di depan toko bangunan. Menunggu lagi, bekerja lagi.
Tapi kali ini, dengan hati yang berbeda.
Lebih kuat. Lebih ikhlas. Dan lebih penuh harapan.
Karena kita sudah membuktikan satu hal, Dari tempat sederhana, kita bisa melangkah jauh bersama.